<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nizamiyyah's Blog</title>
	<atom:link href="http://nizamiyyah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nizamiyyah.wordpress.com</link>
	<description>Belajar berpikir kritis melalui pembelajaran matematika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 00:11:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nizamiyyah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3da5c3e8c63f7784bb1086775361a294?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Nizamiyyah's Blog</title>
		<link>http://nizamiyyah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nizamiyyah.wordpress.com/osd.xml" title="Nizamiyyah&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nizamiyyah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ibnu Sahl Penemu Hukum Pembiasan Cahaya</title>
		<link>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/16/ibnu-sahl-penemu-hukum-pembiasan-cahaya/</link>
		<comments>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/16/ibnu-sahl-penemu-hukum-pembiasan-cahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 03:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizamiyyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nizamiyyah.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda mempelajari hukum refraksi (pembiasan) dalam ilmu fisika?  Dunia fisika modern mengklaim bahwa hukum pembiasan ditemukan oleh fisikawan asal Belanda bernama Willebrord Snell (1591 &#8211; 1626) pada 1621. Padahal, enam abad sebelum Snell menemukan hukum pembiasan cahaya, ilmuwan Muslim bernama Ibnu Sahl telah mencetuskannya. Hukum pembiasan cahaya itu dituangkan Ibnu Sahl dalam risalah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nizamiyyah.wordpress.com&amp;blog=6108684&amp;post=95&amp;subd=nizamiyyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda mempelajari hukum refraksi (pembiasan) dalam ilmu fisika?  Dunia fisika modern mengklaim bahwa hukum pembiasan ditemukan oleh fisikawan asal Belanda bernama Willebrord Snell (1591 &#8211; 1626) pada 1621. Padahal, enam abad sebelum Snell menemukan hukum pembiasan cahaya, ilmuwan Muslim bernama Ibnu Sahl telah mencetuskannya.<br />
<span id="more-95"></span>Hukum pembiasan cahaya itu dituangkan Ibnu Sahl dalam risalah yang ditulisnya pada 984 M berjudul <em>On Burning Mirrors and Lenses</em>. Dalam risalah ilmu fisika yang sangat penting itu, Ibnu Sahl menjelaskan secara perinci dan jelas tentang cermin membengkok dan lensa membengkok serta titik api atau titik fokus.</p>
<p>Secara matematis, hukum pembiasan yang dicetuskan Ibnu Sahl setara dengan hukum Snell. Ibnu Sahl menggunakan hukum pembiasan cahayanya untuk memperhitungkan bentuk-bentuk lensa dan cermin yang titik fokus cahayanya berada di sebuah titik poros. Sekitar 600 tahun kemudian, Snell juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut Snell, sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.</p>
<p>Inilah salah satu fakta betapa ilmuwan Muslim telah lebih dulu menemukan berbagai temuan penting dalam khazanah keilmuan. Ibnu Sahl adalah ilmuwan perintis di bidang ilmu optik. Howard R Turner dalam bukunya bertajuk <em>Science in Medival Islam</em> pun mengakui bahwa ilmu optik merupakan penemuan asli dari sarjana Muslim.</p>
<p>&#8221;Ilmu optik merupakan penemuan ilmiah para sarjana Muslim yang paling orisinall dan penting dalam sejarah Islam,&#8221; ungkap Turner. Pernyataan Turner itu membuktikan bahwa dunia modern yang didominasi Barat tak boleh menafikkan peran sarjana Muslim di era keemasan. Sebab, dari para ilmuwan Muslim-lah, sarjana Barat, seperti Leonardo da Vinci, Kepler, Roger Bacon, serta yang lainnya belajar ilmu optik.</p>
<p>Keberhasilan umat Islam menguasai bidang optik di masa kekhalifahan berawal dari kerja keras para filsuf, ahli matematika, dan ahli kesehatan yang mempelajari sifat fundamental dan cara bekerja pandangan dan cahaya. Di abad ke-9 M, ilmuwan Muslim dengan tekun menggali dan mempelajari karya-karya ilmuwan Yunani, seperti Euclid serta risalah-risalah astronom Mesir, Ptolemeus, tentang optik.</p>
<p>Lalu, siapakah sebenarnya Ibnu Sahl itu? Sejatinya, pakar optik termasyhur itu bernama lengkap Abu Sad Al-Ala ibnu Sahl atau lebih dikenal dengan Ibnu Sahl. Ia adalah ilmuwan yang mengabdikan dirinya di istana Khalifah Abbasiyah Baghdad. Fisikawan Muslim asal Arab itu terlahir pada 940 M dan meninggal di tahun 1000. Keberhasilannya dalam bidang optik membuktikan bahwa dirinya adalah ilmuwan besar dalam era keemasan Islam.</p>
<p>Ilmuwan yang satu ini tercatat menguasai tiga ilmu penting, yakni optik, matematika, dan fisika. Namun, menurut Len Berggren, Ibnu Sahl juga menguasai bidang geometri yang ditulis akhir abad ke-10 M. &#8221;Ibnu Sahl adalah seorang ahli ilmu geometri terkemuka,&#8221; papar Berggren.</p>
<p>Sejarah optik modern kerap kali menyebut nama Ibnu Haitham (965-1039) sebagai &#8221;Bapak Ilmu Optik Modern&#8221;. Ternyata, Ibnu Haitham pun banyak terpengaruh oleh Ibnu Sahl. R Rashed (1993) dalam bukunya <em>Geometrie et dioptrique au Xe siècle: Ibn Sahl, al-Quhi et Ibn al-Haytham</em> menyatakan bahwa risalah Ibnu Sahl telah digunakan Ibnu al-Haitham (965-1039).</p>
<p>Rashed berhasil menemukan naskah yang telah terpisah di dua perpustakaan. Dia mengumpulkan kembali naskah tersebut, diterjemahkan, dan diterbitkan. Menurut Rashed, dalam karyanya, Ibnu Haitham menyebut nama Ibnu Sahl, seorang ahli optik yang bekerja dan hidup pada akhir abad ke-10 dan awal abad ke-11. Di sisi lain, dia berkomentar di salah satu risalah Ibnu Sahl berjudul <em>al-Kuhi</em>.</p>
<p>Dalam bidang optik, Ibnu Sahl bukanlah ilmuwan pertama di dunia Islam. Seabad sebelumnya, peradaban Islam memiliki Al-Kindi (801 &#8211; 873 M) yang telah mengembangkan bidang kajian optik. Hasil kerja kerasnya mampu menghasilkan pemahaman baru tentang refleksi cahaya serta prinsip-prinsip persepsi visual. Buah pikir Al-Kindi tentang optik terekam dalam kitab berjudul <em>De Radiis Stellarum</em>. Buku yang ditulisnya itu sangat berpengaruh bagi sarjana Barat, seperti Robert Grosseteste dan Roger Bacon.</p>
<p>Tak heran, bila teori-teori yang dicetuskan Al-Kindi tentang ilmu optik telah menjadi hukum-hukum perspektif di era Renaisans Eropa. Secara lugas, Al-Kindi menolak konsep tentang penglihatan yang dilontarkan Aristoteles. Dalam pandangan ilmuwan Yunani itu, penglihatan merupakan bentuk yang diterima mata dari objek yang sedang dilihat. Namun, menurut Al-Kindi, penglihatan justru ditimbulkan daya pencahayaan yang berjalan dari mata ke objek dalam bentuk kerucut radiasi yang padat.</p>
<p>Ilmuwan lainnya yang tak kalah fenomenal dibandingkan Ibnu Sahl adalah Ibnu Al-Haitham (965 M &#8211; 1040 M). Menurut Turner, Al-Haitham adalah sarjana Muslim yang mengkaji ilmu optik dengan kualitas riset yang tinggi dan sistematis. &#8220;Pencapaian dan keberhasilannya begitu spektakuler,&#8221; puji Turner.</p>
<p>Al-Haitham adalah sarjana pertama menemukan pelbagai data penting mengenai cahaya. Salah satu karyanya yang paling fenomenal adalah <em>Kitab Al-Manazir</em> (Buku Optik). Dalam kitab itu, ia menjelaskan beragam fenomena cahaya, termasuk sistem penglihatan manusia. Saking fenomenalnya, kitab itu telah menjadi buku rujukan paling penting dalam ilmu optik. Selama lebih dari 500 tahun, buku itu dijadikan pegangan.</p>
<p>Pada 1572 M, <em>Kitab Al-Manazir</em> diterjemahkan ke bahasa Latin, <em>Opticae Thesaurus</em>. Dalam kitab itu, dia mengupas ide-idenya tentang cahaya. Sang ilmuwan Muslim itu meyakini bahwa sinar cahaya keluar dari garis lurus dari setiap titik di permukaan yang bercahaya.</p>
<p>Selain itu, Al-Haitham memecahkan misteri tentang lintasan cahaya melalui berbagai media dan serangkaian percobaan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Keberhasilannya yang lain adalah ditemukannya teori pembiasan cahaya. Al-Haitham pun sukses melakukan eksperimen pertamanya tentang penyebaran cahaya terhadap berbagai warna. desy susilawati</p>
<p><strong>Optik di Dunia Islam</strong></p>
<p>Ilmu optik adalah ilmu yang dikembangkan secara khusus para ilmuwan Muslim di era kejayaan. Para filsuf, ahli matematika, dan ahli kesehatan Muslim yang paling menonjol di zaman itu berupaya keras mempelajari sifat fundamental dan cara bekerja pandangan serta cahaya.</p>
<p>&#8221;Di bidang ilmu optik inilah mereka menghasilkan apa yang barangkali merupakan penemuan ilmiah paling orisinal dan penting dalam sejarah dunia Islam,&#8221; papar Howard R Turner dalam bukunya berjudul <em>Science in Medival Islam</em>.</p>
<p>Para ilmuwan Muslim itu memiliki akses terhadap kekayaan warisan pengetahuan Yunani yang berkaitan dengan cahaya dan penglihatan. Salah satu karya penting yang memberi inspirasi pada ilmuwan Muslim adalah karya-karya yang ditulis oleh ahli matematika, Euclid, pada abad ketiga SM. Selain itu, para ilmuwan Muslim pun mempelajari risalah-risalah yang dihasilkan astronom Mesir, Ptolemeus.</p>
<p>Menurut Turner, literatur-literatur pra-Islam ini menggali berbagai topik, mulai dari refleksi, refraksi, proyeksi citra melalui lubang,  pelangi, hingga anatomi dan cara bekerja mata. Risalah-risalah Yunani dalam bidang-bidang ini telah menggunakan istilah beberapa disiplin, termasuk matematika, filsafat alam, dan pengobatan.</p>
<p>Dengan mempelajari teori-teori Euclid yang berjudul <em>Optics</em>, papar Turner, para ilmuwan Islam pun dengan cepat mengembangkan ilmu optik. Mereka menjadi peletak dasar ilmu optik modern. Al-Kindi, misalnya, mampu menghasilkan pemahaman baru tentang refleksi cahaya juga prinsip-prinsip visual.</p>
<p>Buah pemikiran Al-Kindi itu kemudian menjadi hukum-hukum perspektif pada zaman Renaisans Eropa. Ditakdirkan untuk menyatukan unsur-unsur sains kealaman dan matematika, Al-Kindi menolak konsep Aristoteles tentang penglihatan sebagai bentuk yang diterima oleh mata dari objek yang sedang dilihat. Sebaliknya, ia memahami penglihatan ditimbulkan oleh daya pencahayaan yang berjalan dari mata ke objek dalam bentuk kerucut radiasi.</p>
<p>Seiring waktu, pencapaian dunia Islam dalam bidang optik berkembang semakin pesat. Terinspirasi karya Ibnu Sahl, ahli fisika Muslim terkemuka Ibnu Haitham mengembangkan ilmu optik lebih hebat lagi. Salah satunya, Ibnu Haitham mampu menciptakan &#8221;kamera obscura&#8221;.</p>
<p>Temuan itu berasal dari upaya Ibnu Haitham untuk mempelajari gerhana matahari. Ibnu Haitham kemudian membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari seminyata diproyeksikan melaluinya ke permukaan datar. Contoh pertama dari ilmu optik &#8220;kamera obscura&#8221; ini mendahului prinsip-prinsip fotografi modern. Percobaan-percobaan utama yang dikembangkan Ibnu Haitham dengan menggunakan cermin pembakar berbentuk parabolik, memberi jalan menuju lensa-lensa untuk teleskop dan mikroskop masa depan.</p>
<p>Dengan meneliti mata manusia, Ibnu Haitham mempelajari strukturnya, menganalisis penglihatan stereo, dan merumuskan metode bagaimana manusia menangkap citra. Begitulah, peradaban Islam mengembangkan ilmu optik hingga mampu mengubah dunia. Berbekal hasil karya dan pemikiran ilmuwan Islam di zaman keemasan, peradaban Barat akhirnya mampu mengembangkan ilmu optik lebih hebat lagi. Meski begitu, mereka tak bisa melupakan jasa umat Islam. c63</p>
<p>Sumber : http://www.republika.co.id/koran/0/28290/Ibnu_Sahl_Penemu_Hukum_Pembiasan_Cahaya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nizamiyyah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nizamiyyah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nizamiyyah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nizamiyyah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nizamiyyah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nizamiyyah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nizamiyyah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nizamiyyah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nizamiyyah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nizamiyyah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nizamiyyah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nizamiyyah.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nizamiyyah.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nizamiyyah.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nizamiyyah.wordpress.com&amp;blog=6108684&amp;post=95&amp;subd=nizamiyyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/16/ibnu-sahl-penemu-hukum-pembiasan-cahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">muzn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Para pahlawan matematika yang terlupakan</title>
		<link>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/05/para-pahlawan-matematika-yang-terlupakan/</link>
		<comments>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/05/para-pahlawan-matematika-yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 01:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizamiyyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nizamiyyah.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[SAAT ini ilmu pengetahuan, khususnya matematika, berkiblat ke negeri Barat (Eropa dan Amerika). Kita hampir tidak pernah mendengar ahli matematika yang berasal dari negeri Timur (Arab Muslim, India, Cina). Yang paling populer kita dengar sebagai matematikawan Arab Muslim yang mempunyai kontribusi terhadap perkembangan matematika adalah Al-Khawarizmi, dikenal sebagai bapak Aljabar, memperkenalkan bilangan nol (0), dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nizamiyyah.wordpress.com&amp;blog=6108684&amp;post=86&amp;subd=nizamiyyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SAAT ini ilmu pengetahuan, khususnya matematika, berkiblat ke negeri Barat (Eropa dan Amerika). Kita hampir tidak pernah mendengar ahli matematika yang berasal dari negeri Timur (Arab Muslim, India, Cina). Yang paling populer kita dengar sebagai matematikawan Arab Muslim yang mempunyai kontribusi terhadap perkembangan matematika adalah Al-Khawarizmi, dikenal sebagai bapak Aljabar, memperkenalkan bilangan nol (0), dan penerjemah karya-karya Yunani kuno.</p>
<p>Apakah benar hanya itu kontribusi negeri-negeri timur (khususnya  umat Islam) terhadap perkembangan matematika?</p>
<p><em><span id="more-86"></span>Kisah angka  nol</em></p>
<p>Konsep bilangan nol telah berkembang sejak zaman Babilonia danYunani kuno, yang pada saat itu diartikan sebagai ketiadaan dari sesuatu. Konsep bilangan nol dan sifat-sifatnya terus berkembang dari waktu ke waktu.</p>
<p>Hingga pada abad ke-7, Brahmagupta seorang matematikawan India memperkenalkan beberapa sifat bilangan nol. Sifat-sifatnya adalah suatu bilangan bila dijumlahkan dengan nol adalah tetap, demikian pula sebuah bilangan bila dikalikan dengan nol akan menjadi nol. Tetapi, Brahmagupta menemui kesulitan, dan cenderung ke arah yang salah, ketika berhadapan dengan pembagian oleh bilangan nol. Hal ini terus menjadi topik penelitian pada saat itu, bahkan sampai 200 tahun kemudian. Misalnya tahun 830, Mahavira (India) mempertegas hasil- hasil Brahmagupta, dan bahkan menyatakan bahwa “sebuah bilangan dibagi oleh nol adalah tetap”. Tentu saja ini suatu kesalahan fatal. Tetapi, hal ini tetap harus sangat dihargai untuk ukuran saat itu.</p>
<p>Ide-ide brilian dari matematikawan India selanjutnya dipelajari oleh matematikawan Muslim dan Arab. Hal ini terjadi pada tahap-tahap awal ketika matematikawan Al-Khawarizmi meneliti sistem perhitungan Hindu (India) yang menggambarkan sistem nilai tempat dari bilangan yang melibatkan bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.</p>
<p><strong>Al-Khawarizmi</strong> adalah yang pertama kali memperkenalkan penggunaan bilangan nol sebagai nilai tempat dalam basis sepuluh. Sistem ini disebut sebagai sistem bilangan desimal.</p>
<p><em>Zaman  Kegelapan</em></p>
<p>Sebenarnya stagnasi ilmu pengetahuan tidak pernah terjadi, yang terjadi adalah berpindahnya pusat-pusat ilmu pengetahuan. Sejarah mencatat bahwa setelah Yunani runtuh, muncul era baru, yaitu era kejayaan Islam di tanah Arab. Hal ini berakibat bahwa perkembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan berpusat dan didominasi oleh umat Islam-Arab. Yang dimaksud dengan Arab di sini meliputi wilayah Timur Tengah, Turki, Afrika utara, daerah perbatasan Cina, dan sebagian dari Spanyol, sesuai dengan wilayah kekuasaan kekhalifahan Islam pada saat itu.</p>
<p>Khalifah Harun Al-Rashid, khalifah kelima pada masa dinasti Abassiyah, sangat memerhatikan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa kekhalifahannya, yang dimulai pada sekitar tahun 786, terjadi proses penerjemahan besar-besaran naskah-naskah matematika (juga ilmu pengetahuan lainnya) bangsa Yunani kuno ke dalam bahasa Arab. Bahkan khalifah berikutnya, yaitu khalifah Al-Ma’mun lebih besar lagi perhatiannya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa kekhalifahannya di Bagdad didirikan Dewan Kearifan, yang menjadi pusat penelitian dan penerjemahan naskah Yunani.</p>
<p>Beasiswa disediakan bagi para penerjemah dan umumnya mereka bukan hanya ahli bahasa, tetapi juga merupakan ilmuwan yang ahli dalam matematika. Misalnya <strong>Al-Hajjaj</strong> menerjemahkan naskah Elements (berisi kumpulan pengetahuan matematika) yang ditulis Euclid. Beberapa penerjemah lainnya misalnya <strong>Al-Kindi</strong>, <strong>Banu  Musa</strong> bersaudara, dan <strong>Hunayn Ibnu Ishaq</strong>.</p>
<p>Seperti yang banyak dikemukakan ahli sejarah matematika, terutama yang ditulis oleh orang Barat, kontribusi Muslim bagi perkembangan matematika adalah terbatas pada aktivitas penerjemahan naskah Yunani kuno ke dalam bahasa Arab. Banyak ahli sejarah matematika yang tidak menampilkan tentang sumbangan besar Muslim terhadap perkembangan matematika, baik karena sengaja atau ketidaktahuannya.</p>
<p>Namun tidak sedikit pula ahli sejarah matematika dari Barat yang lebih objektif dalam mengemukakan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi. Dalam satu sumber yang ditulis oleh J. J. O’Connor dan E. F. Robertson dikatakan bahwa dunia barat sebenarnya telah banyak berutang pada para ilmuwan/matematikawan Muslim. Lebih lanjut bahwa perkembangan yang sangat pesat dalam matematika pada abad ke-16 hingga abad ke-18 di dunia barat, sebenarnya telah dimulai oleh para matematikawan Muslim berabad-abad sebelumnya.</p>
<p><em>Kontribusi matematikawan Muslim</em></p>
<p>Salah seorang  matematikawan brilian pada masa permulaan adalah  <strong>Al- Khawarizmi</strong>. Selain kontribusinya seperti yang telah dikemukakan, Al- Khawarizmi dikenal pula sebagai pionir dalam bidang aljabar. Penelitian-peneliti an Al-Khawarizmi adalah suatu revolusi besar dalam dunia matematika, yang menghubungkan konsep-konsep geometri dari matematika Yunani kuno ke dalam konsep baru. Penelitian-peneliti an Al- Khawarizmi menghasilkan sebuah teori gabungan yang memungkinkan bilangan rasional/irasional, besaran-besaran geometri diperlakukan sebagai “objek-objek aljabar”.</p>
<p>Generasi penerus Al-Khawarizmi,  misalnya <strong>Al-Mahani</strong> (lahir tahun 820), <strong>Abu  Kamil</strong> (lahir tahun 850) memusatkan penelitian pada aplikasi- aplikasi sistematis dari aljabar. Misalnya aplikasi aritmetika ke aljabar dan sebaliknya, aljabar terhadap trigonometri dan sebaliknya, aljabar terhadap teori bilangan, aljabar terhadap geometri dan sebaliknya. Penelitian-peneliti an ini mendasari penciptaan aljabar polinom, analisis kombinatorik, analisis numerik, solusi numerik dari persamaan, teori bilangan, dan konstruksi geometri dari persamaan.</p>
<p><strong>Al-Karaji</strong> (lahir tahun 953) diyakini sebagai orang pertama yang secara menyeluruh memisahkan pengaruh operasi geometri dalam aljabar. Al-Karaji mendefinisikan monomial x, x2, x3,…dan 1/x, 1/x2, 1/x3,…dan memberikan aturan-aturan untuk perkalian dari dua suku darinya. Selain itu, ia juga berhasil menemukan teorema binomial untuk pangkat bilangan bulat. Selanjutnya untuk memajukan matematika, ia mendirikan sekolah aljabar. Generasi penerusnya (200 tahun kemudian), yaitu Al- Samawal adalah orang pertama yang membahas topik baru dalam aljabar. Menurutnya bahwa mengoperasikan sesuatu yang tidak diketahui (variabel) adalah sama saja dengan mengoperasikan sesuatu yang diketahui. Matematikawan Muslim lainnya adalah <strong>Omar  Khayyam</strong> yang lahir sekitar tahun 1048. Dia berjasa besar melalui penelitiannya, memberikan klasifikasi lengkap dari persamaan pangkat tiga melalui penyelesaian geometri dengan menggunakan konsep pemotongan kerucut. Dia juga memberikan sebuah konjektur (dugaan) tentang deskripsi lengkap dari penyelesaian aljabar dari persamaan-persamaan pangkat tiga.</p>
<p>Matematikawan berikutnya adalah <strong>Sharaf al-Din  al-Tusi</strong> yang lahir tahun 1135. Dia mengikuti Omar Khayyam dalam mengaplikasikan aljabar pada geometri, yang pada akhirnya menjadi permulaan bagi cabang <em>algebraic geometry</em>.</p>
<p>Di luar bidang aljabar, matematikawan  Muslim juga mempunyai andil. Salah seorang dari Banu Musa bersaudara, yaitu  <strong>Thabit Ibnu Qurra </strong>(lahir tahun 836), mempunyai kontribusi yang banyak bagi matematika. Salah satunya adalah dalam teori bilangan, yaitu penemuan pasangan bilangan yang mempunyai sifat unik; dua bilangan yang masing- masingnya adalah jumlah dari pembagi sejati bilangan lainnya dan disebut pasangan bilangan bersahabat (amicable number). Teorema Thabit Ibnu Qura ini kemudian dikembangkan oleh <strong>Al-Baghdadi</strong> (lahir tahun 980).</p>
<p>Berikutnya adalah <strong>Abu Ali Hasan Ibnu  Al-Haytam</strong> (lahir tahun 965 di Basrah Irak), yang oleh masyarakat  Barat dikenal dengan nama <strong>Alhazen</strong>. Al-Haytam adalah orang pertama yang mengklasifikasikan semua bilangan sempurna yang genap, yaitu bilangan yang merupakan jumlah dari pembagi-pembagi sejatinya, seperti yang berbentuk 2k-1(2k-1) di mana 2k-1 adalah bilangan prima. Selanjutnya Al-Haytam membuktikan bahwa bila p adalah bilangan prima, 1+(p-1)! habis dibagi oleh p.</p>
<p>Sayangnya, jauh di kemudian hari, hasil ini dikenal sebagai Teorema Wilson, bukan Teorema Al-Haytam. Teorema ini disebut Teorema Wilson setelah Warring pada tahun 1770 menyatakan bahwa John Wilson telah mengumumkan hasil ini. Selain dalam bidang matematika, Al-Haytam juga dikenal baik dalam dunia fisika, yang mempelajari mekanika pergerakan dari suatu benda. Dia adalah orang pertama yang menyatakan bahwa jika suatu benda bergerak, akan bergerak terus menerus kecuali ada gaya luar yang memengaruhinya. Ini tidak lain adalah hukum gerak pertama, yang umumnya dikenal sebagai hukum Newton pertama. Selain itu, Al- Haytam memberikan andil yang sangat besar bagi perkembangan teori dan praktik optik. <strong>Al-Farisi</strong> (lahir tahun 1260) memberikan metode pembuktian yang baru untuk teorema Thabit Ibnu Qurra. Dia memperkenalkan ide baru berkenaan faktorisasi dan metode kombinatorik.</p>
<p>Matematikawan lainnya  adalah <strong>Al-Kashi</strong> (lahir tahun 1380) yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan teori pecahan desimal. Teori ini mempunyai kaitan yang sangat erat dengan teori bilangan riil dan sejarah penemuan bilangan (pi). Selanjutnya ia mengembangkan algoritma penghitungan akar pangkat n. Metode ini beberapa abad kemudian dikembangkan oleh matematikawan barat Ruffini dan Horner.</p>
<p><em>Bidang  astronomi</em></p>
<p>Masalah-masalah astronomi, penentuan waktu, dan masalah geografi merupakan motivasi lain bagi matematikawan Muslim untuk melakukan penelitian. Misalnya saja <strong>Ibrahim Ibnu Sinan</strong> (lahir sekitar tahun 910- an) dan kakeknya <strong>Thabit Ibnu Qurra</strong>, mempelajari  kurva-kurva yang diperlukan dalam mengonstruksi jam matahari.  <strong>Abul-Wafa</strong> (lahir tahun 940-an) dan <strong>Abu Nasr  Mansur</strong> (lahir tahun 970-an) mengaplikasikan geometri bola terhadap astronomi dan menggunakan rumus-rumus yang melibatkan sinus dan tangen. Kemudian <strong>Al-Biruni</strong> (lahir tahun 973) menggunakan rumus sinus baik dalam astronomi maupun dalam perhitungan garis bujur dan lintang dari kota-kota. Dalam kasus ini, Al-Biruni melakukan penelitian yang sangat gencar dalam proyeksi dari bola pada bidang.</p>
<p>Thabit Ibnu Qurra juga  mempunyai kontribusi bagi teori dan observasi dalam astronomi.  <strong>Al-Batanni </strong>(lahir tahun 850) membuat observasi yang akurat yang memungkinkannya untuk memperbaiki data-data dari Ptolemy tentang bulan dan matahari. <strong>Nadir al-Din al-Tusi</strong> (lahir tahun 1201), berdasarkan astronomi teoritisnya dalam pekerjaan Ptolemy, membuat pengembangan yang sangat signifikan dalam model sistem planet.</p>
<p>Pembuatan tabel-tabel fungsi trigonometri adalah bagian dari pekerjaan para matematikawan Muslim dalam penelitian bidang astronomi, seperti yang dilakukan oleh <strong>Ulugh Beg</strong> (lahir tahun 1393) dan. Konstruksi alat-alat astronomi juga tak lepas dari pengaruh para  matematikawan Muslim.</p>
<p>Uraian di atas tidaklah cukup mengulas secara menyeluruh karya-karya matematikawan Muslim. Masih banyak yang belum tercakup, dan belum terungkap. Belum tercakup dan belum terungkapnya semata-mata karena kurangnya sumber yang mengisahkan mereka. Dengan demikian, pantas bagi kita untuk mengatakan bahwa matematikawan Muslim adalah pahlawan- pahlawan matematika yang terlupakan. Atau, memang sengaja dilupakan.<br />
Wallahu a’lam.***</p>
<p>http://jendalsepit.web.id/tahun=2008/bulan=02/tema=para-pahlawan-matematika-yang-terlupakan/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nizamiyyah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nizamiyyah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nizamiyyah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nizamiyyah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nizamiyyah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nizamiyyah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nizamiyyah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nizamiyyah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nizamiyyah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nizamiyyah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nizamiyyah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nizamiyyah.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nizamiyyah.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nizamiyyah.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nizamiyyah.wordpress.com&amp;blog=6108684&amp;post=86&amp;subd=nizamiyyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/05/para-pahlawan-matematika-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">muzn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Muslim Pencipta Peta Dunia Pertama</title>
		<link>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/05/ilmuwan-muslim-pencipta-peta-dunia-pertama/</link>
		<comments>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/05/ilmuwan-muslim-pencipta-peta-dunia-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 00:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizamiyyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nizamiyyah.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya, Katakanlah (Muhammad), ‘Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula) (Al-Kahfi:109). Di surat Alkahfi tersebut jelas tertulis bahwa sains dan teknologi yang dikuasai oleh manusia bukanlah sesuatu yang besar sepertihalnya yang pernah diagung-agungkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nizamiyyah.wordpress.com&amp;blog=6108684&amp;post=81&amp;subd=nizamiyyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya, Katakanlah (Muhammad), ‘Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula) (Al-Kahfi:109).</p>
<p>Di surat Alkahfi tersebut jelas tertulis bahwa sains dan teknologi yang dikuasai oleh manusia bukanlah sesuatu yang besar sepertihalnya yang pernah diagung-agungkan manusia. Hingga seberapa kuat dan pandainya manusia memikirkan apa yang diciptakan oleh Allah SWT, maka tetap dipenghujung urat syaraf ini akan ditemui sebuah jalan buntu. Cerita berikut ini tentu saja akan mengubah pola pandang pikiran Anda yang selama ini telah terdoktrin dengan ilmu-ilmu dan penemu dari Barat.<br />
&gt;<span id="more-81"></span><br />
Sebuah pameran yang diadakan di Malaysia awal tahun ini membuka tabir bagaimana hebatnya para penemu Islam dalam mempelopori perkembangan ilmu pengetahuan. Di dasari pemikiran bahwa tidak ada ilmu selain bersumber dari Allah dan hanya sedikit pengetahuan yang dimiliki oleh manusia ini, tersirat berbagai revolusi dan inovasi yang berhasil dibuat pada masa keemasan Islam.</p>
<p>Berbagai hasil karya berhasil dikoleksi dan ditemukan sedikitnya sebanyak 148 replika dihasilkan oleh para pemikir dan ilmuwan Islam. Replika tersebut antara lain berupa instrumen peralatan dan poster. Kesemuanya itui pada Januari lalu dipajang di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC), Malaysia. Ilmu-ilmu dan hasil karya ratusan abad silam ini hingga sekarang dijadikan sebagai dasar pengetahuan ilmu-ilmu baru.</p>
<p>Contoh nyata paling rumit, detail dan bagaimana pandainya para ilmuwan Islam masa lalu ini adalah seperti karya arsitektur yangterdapat pada ubin-ubin di masjid Timur Tengah. Hingga puluhan tahun diperhitungan baru pada tahun ini karya seni yang sudah ratusan tahun selalu dibuat dan tanpa kesalahan pengulangan tersebut berhasil dipecahkan oleh ilmuwan saat ini dengan hitungan matematis.</p>
<p>Dr. Fuat Sezgin yang juga Pengarah dan Pengasas Institut Sejarah Sains Arab-Islam, Universiti Johann Wolfgang, Goethe, Frankfurt, Jerman, mengatakan bahwa kehebatan ilmuwan Islam ratusan abad silam adalah kehebatan yang tidak ternilai. Pada abad kegemilangan Islam banyak orang-orang Eropa yang belajar untuk menuntut ilmu di berbagai cabang pengetahuan dari para pakar Islam. Tetapi setelah zaman kegelapan datang banyak pula hasil-hasil ilmuwan tersebut yang juga diselewengkan dan kemudian disebarluaskan dengan informasi yang salah secara meluas.</p>
<p>Ia memberi contoh seperti Al-Razi, adalah ilmuwan terkemuka yang menjadi penemu teknik jahit luka. Ilmuwan kelahiran Iran tersebut tidak sangat terkenal dibandingkan dengan Ibnu Sina yang sebenarnya adalah muridnya. Tokoh ilmuwan Islam ini yang sebenarnya bernama Muhammad bin Zakaria juga terkenal tidak tertandingi pada masanya ditahun 240 Hijriah/854 Masehi. Di dunia pengobatan ia sangat pandai meramu, mengenali dan menemukan obat. Al-Razi selain menjadi orang pertama yang membuat jahitan dengan benang terbuat dari serat juga dikenal sebagai orang pertama yang berhasil membedakan antara penyakit cacar dengan campak.</p>
<p>Peta Dunia Pertama oleh Kaum Muslimin</p>
<p>Jika Anda ditanya siapa penemu benua Amerika? Tentu jawaban yang terlintas adalah Columbus. Pria penjelajah dari Spanyol yang lahir di tahun 1451 dan memiliki nama lengkap Christopher Columbus ini oleh para siswa dan guru sangat dikenal sebagai pelaut dan pedagang yang pertama kali menemukan benua tersebut. Namun apakah itu benar? Ternyata tidak.</p>
<p>Catatan berbagai sejarah dan penemuan-penemuan yang berhasil dikumpulkan oleh para sejarahwan terungkap bahwa telah banyak orang-orang yang berprofesi sama dari Negeri Eropa juga pernah mengekspansi dagangannya ke benua tersebut. banyak sejahrawan pula yang berdebat bahwa para pedagang dari Negeri Chinalah yang pertama kali mendaratkan kakinya di benua Paman Sam tersebut pada abad ke-11.</p>
<p>Namun terlepas dari bukti-bukti dan perdebatan yang panjang, tahukah Anda bagimana mereka bisa berjalan-jalan dan menyeberangi lautan yang maha luas tersebut. Jawaban sederhananya tentu saja dengan berbekal peta dan penunjuk arah mereka bisa menyeberangi lautan. Dari perjalanan mereka tersebut maka tersingkaplah peta-peta yang terus berevolusi berdasarkan pengamatan para pelaut yang terus turun temurun. Dan untuk pertama kalinya peta dunia terlengkap dibuat pada tahun 1513.</p>
<p>Adalah karya seorang pelaut Piri Reis yang membuat para peneliti dan sejahrawan terkagum-kagum. Tidak hanya kagum dengan bagimana hasil pemetaan tersebut dapat digambarkan, akan tetapi para ahli satelit sendiri pun merasa terkejut dengan model pemetaan yang dibuat oleh tokoh Muslimin tersebut.</p>
<p>Bagimana tidak, peta yang dibuat diatas sepotong kulit rusa berukuran 90×65 centimeter tersebut benar-benar digambarkan lengkap dan cukup detail. Bahkan hasil perbandingan dengan pemotretan dari angkasa luar yang dilakukan menggunakan satelit saat ini memiliki bentuk yang sangat mirip.</p>
<p>Mulanya para sejahrawan tidak percaya akan bukti keberadaan peta tersebut. Di peta yang terlihat jelas hanyalah kawasan Laut Timur Tengah. Sementara kawasan lainnya seperti benua Afrika dan Amerika sama sekali tergambar sangat berbeda. Baru setelah gambar hasil pemotretan satelit jaman modern ini dipadukan dengan peta kuno karya muslimin bangsa Turki tersebut sangat nyata kebenarannya bahwa gambar yang ditorehkan dalam kulit tersebut memang sangat detail dan terperinci.</p>
<p>Penemuan kuno tersebut memberikan bukti bahwa memang ilmu kemajuan jaman dahulu sudah sangat maju dalam bidang astronomi. Entah bisa disangkal atau tidak akan tetapi bukti-bukti lain beserta keajaiban dunia yang ditinggalkan masa pemerintahan masa lalu menunjukkan bahwa ilmuwan pada masa itu menguasai ilmu pengetahuan dengan sangat baik dan bisa menyamai peralatan canggih yang dimiliki oleh manusia jaman modern saat ini.</p>
<p>Meski sejahrawan masa sekarang tidak mengetahui bagaimana Piri Reis bisa menggambarkan peta dunia tersebut dengan sangat akurat, namun Piri Reis mengungkapkan semasa hidupnya bahwa peta tersebut berhasil ia buat dari penyatuan beberapa peta yang dibuat oleh para pelancong dari berbagai negara. Ia menyebutkan menggunakan 34 sumber yang berbeda. Karya tersebut berasal dari jaman Alexander sebanyak 20 peta, 8 peta dari karya ahli geografi Muslim, 4 peta dari Portugis dan 1 peta dari Columbus.</p>
<p>source : http://es.wikipedia.org/wiki/Mapa_de_Piri_Reis<br />
en.wikipedia.org/wiki/Piri_Reis_map, http://arifperdana.wordpress.com/2007/11/20/ilmuwan-muslim-pencipta-peta-dunia-pertama/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nizamiyyah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nizamiyyah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nizamiyyah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nizamiyyah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nizamiyyah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nizamiyyah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nizamiyyah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nizamiyyah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nizamiyyah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nizamiyyah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nizamiyyah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nizamiyyah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nizamiyyah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nizamiyyah.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nizamiyyah.wordpress.com&amp;blog=6108684&amp;post=81&amp;subd=nizamiyyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/05/ilmuwan-muslim-pencipta-peta-dunia-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">muzn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibnu Ismail Al Jazari &#8211; Ilmuwan Muslim Penemu Konsep Robotika Modern</title>
		<link>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/05/ibnu-ismail-al-jazari-ilmuwan-muslim-penemu-konsep-robotika-modern/</link>
		<comments>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/05/ibnu-ismail-al-jazari-ilmuwan-muslim-penemu-konsep-robotika-modern/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 00:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizamiyyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nizamiyyah.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot. ”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill). Kalimat di atas merupakan komentar Donald Hill, seorang ahli teknik asal Inggris yang tertarik dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nizamiyyah.wordpress.com&amp;blog=6108684&amp;post=79&amp;subd=nizamiyyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p>Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.</p>
<p>”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill).</p>
<p><span id="more-79"></span>Kalimat di atas merupakan komentar Donald Hill, seorang ahli teknik asal Inggris yang tertarik dengan sejarah teknologi, atas buku karya ahli teknik Muslim yang ternama, Al-Jazari. Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di bidang mekani dan industri. Lahir dai Al Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Sungai tigris dan Efrat.Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada masanya. Nama lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas. Ibnu Ismail Ibnu Al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.</p>
<p>Ia dipanggil Al-Jazari karena lahir di Al-Jazira, sebuah wilayah yang terletak di antara Tigris dan Efrat, Irak. Seperti ayahnya ia mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200 sebagai ahli teknik.</p>
<p>Donald Routledge dalam bukunya Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh Al-Jazari. Pada 1206 ia merampungkan sebuah karya dalam bentuk buku yang berkaitan dengan dunia teknik.Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, “al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices). Bukunya ini berisi tentang teori dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya ilmuwan lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail hal yang terkait dengan mekanika. Dan merupakan kontribusi yang sangat berharga dalam sejarah teknik.</p>
<p>Keunggulan buku tersebut mengundang decak kagum dari ahli teknik asal Inggris, Donald Hill (1974). Donald berkomentar bahwa dalam sejarah, begitu pentingnya karya Al-Jazari tersebut. Pasalnya, kata dia, dalam buku Al-Jazari, terdapat instruksi untuk merancang, merakit, dan membuat mesin.</p>
<p>Di tahun yang sama juga 1206, al-Jazari membuat jam gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot masa sekarang. Kini replika jam gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya.</p>
<p>Pada acara World of Islam Festival yang diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari. Pasalnya, Science Museum merekonstruksi kerja gemilang Al-Jazari, yaitu jam air.</p>
<p>Ketertarikan Donald Hill terhadap karya Al-Jazari membuatnya terdorong untuk menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974, atau enam abad dan enam puluh delapan tahun setelah pengarangnya menyelesaikan karyanya.</p>
<p>Tulisan Al-Jazari juga dianggap unik karena memberikan gambaran yang begitu detail dan jelas. Sebab ahli teknik lainnya lebih banyak mengetahui teori saja atau mereka menyembunyikan pengetahuannya dari orang lain. Bahkan ia pun menggambarkan metode rekonstruksi peralatan yang ia temukan.</p>
<p>Karyanya juga dianggap sebagai sebuah manuskrip terkenal di dunia, yang dianggap sebagai teks penting untuk mempelajari sejarah teknologi. Isinya diilustrasikan dengan miniatur yang menakjubkan. Hasil kerjanya ini kerap menarik perhatian bahkan dari dunia Barat.</p>
<p>Dengan karya gemilangnya, ilmuwan dan ahli teknik Muslim ini telah membawa masyarakat Islam pada abad ke-12 pada kejayaan. Ia hidup dan bekerja di Mesopotamia selama 25 tahun. Ia mengabdi di istana Artuqid, kala itu di bawah naungan Sultan Nasir al-Din Mahmoud.</p>
<p>Al-Jazari memberikan kontribusi yang pentng bagi dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat. Mesin pemompa air yang dipaparkan dalam bukunya, menjadi salah satu karya yang inspiratif. Terutama bagi sarjana teknik dari belahan negari Barat.</p>
<p>Jika menilik sejarah, pasokan air untuk minum, keperluan rumah tangga, irigasi dan kepentingan industri merupakan hal vital di negara-negara Muslim. Namun demikian, yang sering menjadi masalah adalah terkait dengan alat yang efektif untuk memompa air dari sumber airnya.</p>
<p>Masyarakat zaman dulu memang telah memanfaatkan sejumlah peralatan untuk mendapatkan air. Yaitu, Shaduf maupun Saqiya. Shaduf dikenal pada masa kuno, baik di Mesir maupun Assyria. Alat ini terdiri dari balok panjang yang ditopang di antara dua pilar dengan balok kayu horizontal.</p>
<p>Sementara Saqiya merupakan mesin bertenaga hewan. Mekanisme sentralnya terdiri dari dua gigi. Tenaga binatang yang digunakan adalah keledai maupun unta dan Saqiya terkenal pada zaman Roma.</p>
<p>Para ilmuwan Muslim melakukan eksplorasi peralatan tersebut untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Al-Jazari merintis jalan ke sana dengan menguraikan mesin yang mampu menghasilkan air dalam jumlah lebih banyak dibandingkan dengan mesin yang pernah ada sebelumnya.</p>
<p>Al-Jazari, kala itu, memikul tanggung jawab untuk merancang lima mesin pada abad ketiga belas. Dua mesin pertamanya merupakan modifikasi terhadap Shaduf, mesin ketiganya adalah pengembangan dari Saqiya di mana tenaga air menggantikan tenaga binatang.</p>
<p>Satu mesin yang sejenis dengan Saqiya diletakkan di Sungai Yazid di Damaskus dan diperkirakan mampu memasok kebutuhan air di rumah sakit yang berada di dekat sungai tersebut.</p>
<p>Mesin keempat adalah mesin yang menggunakan balok dan tenaga binatang. Balok digerakkan secara naik turun oleh sebuah mekanisme yang melibatkan gigi gerigi dan sebuah engkol.</p>
<p>Mesin itu diketahui merupakan mesin pertama kalinya yang menggunakan engkol sebagai bagian dari sebuah mesin. Di Eropa hal ini baru terjadi pada abad 15. Dan hal itu dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa.</p>
<p>Pasalnya, engkol mesin merupakan peralatan mekanis yang penting setelah roda. Ia menghasilkan gerakan berputar yang terus menerus. Pada masa sebelumnya memang telah ditemukan engkol mesin, namun digerakkan dengan tangan. Tetapi, engkol yang terhubung dengan sistem rod di sebuah mesin yang berputar ceritanya lain.</p>
<p>Penemuan engkol mesin sejenis itu oleh sejarawan teknologi dianggap sebagai peralatan mekanik yang paling penting bagi orang-orang Eropa yang hidup pada awal abad kelima belas. Bertrand Gille menyatakan bahwa sistem tersebut sebelumnya tak diketahui dan sangat terbatas penggunaannya.</p>
<p>Pada 1206 engkol mesin yang terhubung dengan sistem rod sepenuhnya dikembangkan pada mesin pemompa air yang dibuat Al-jazari. Ini dilakukan tiga abad sebelum Francesco di Giorgio Martini melakukannya.</p>
<p>Sedangkan mesin kelima, adalah mesin pompa yang digerakkan oleh air yang merupakan peralatan yang memperlihatkan kemajuan lebih radikal. Gerakan roda air yang ada dalam mesin itu menggerakan piston yang saling berhubungan.</p>
<p>Kemudian, silinder piston tersebut terhubung dengan pipa penyedot. Dan pipa penyedot selanjutnya menyedot air dari sumber air dan membagikannya ke sistem pasokan air. Pompa ini merupakan contoh awal dari double-acting principle. Taqi al-Din kemudian menjabarkannya kembali mesin kelima dalam bukunya pada abad keenam belas.</p>
<p>sumber : wikipedia.org, republika.co.id,http://arifperdana.wordpress.com/2008/01/13/ibu-ismail-al-jazari-ilmuwan-muslim-penemu-konsep-robotika-modern/</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nizamiyyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nizamiyyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nizamiyyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nizamiyyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nizamiyyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nizamiyyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nizamiyyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nizamiyyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nizamiyyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nizamiyyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nizamiyyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nizamiyyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nizamiyyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nizamiyyah.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nizamiyyah.wordpress.com&amp;blog=6108684&amp;post=79&amp;subd=nizamiyyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/02/05/ibnu-ismail-al-jazari-ilmuwan-muslim-penemu-konsep-robotika-modern/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">muzn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Liber Abaci dan Sistem Angka Arab</title>
		<link>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/01/23/liber-abaci-dan-sistem-angka-arab/</link>
		<comments>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/01/23/liber-abaci-dan-sistem-angka-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 09:49:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nizamiyyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nizamiyyah.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Judulnya Liber Abaci. Buku ini demikian terkenal, khususnya di bidang matematika. Penulisnya adalah ahli matematika asal Italia, Leonardo of Pisa &#8212; yang kemudian lebih dikenal dengan julukan Fibonacci. Sejarah mencatat, karya yang dibuat tahun 1202 ini merupakan salah satu yang paling fenomenal dan berpengaruh dalam kajian ilmu aritmatika. Di sini, Fibonacci memperkenalkan kepada Eropa metode [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nizamiyyah.wordpress.com&amp;blog=6108684&amp;post=57&amp;subd=nizamiyyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="text"><strong></strong><span style="font-size:12px;line-height:15px;">Judulnya Liber Abaci. Buku ini demikian terkenal, khususnya di bidang matematika. Penulisnya adalah ahli matematika<br />
asal Italia, Leonardo of Pisa &#8212; yang kemudian lebih dikenal dengan julukan Fibonacci.</span></span></p>
<p>Sejarah mencatat, karya yang dibuat tahun 1202 ini merupakan salah satu yang paling fenomenal dan berpengaruh dalam kajian ilmu aritmatika. Di sini, Fibonacci memperkenalkan kepada Eropa metode penghitungan angka Arab yang dia pelajari di Bejaja (Bougie), Afrika Utara. Akan tetapi sesungguhnya Liber Abaci bukanlah buku Barat pertama yang mengungkap tentang ilmu hitung Arab. Namun dengan menekankan pada fungsi praktis untuk bidang perdagangan &#8212; dari<br />
sekadar tinjauan akademik &#8212; maka buku itu dapat dengan cepat meyakinkan publik akan pentingnya sebuah sistem baru.<br />
<span id="more-57"></span>Yang perlu dicatat, dari zaman dahulu hingga awal masa modern, sistem angka Arab hanya digunakan oleh para ahli matematika. Ilmuwan Muslim menggunakan sistem angka Babilonia, serta kalangan pedagang memakai sistem angka Yunani dan juga Yahudi. Namun setelah kemunculan buku Fibonacci, sistem angka dan penghitungan Arab pun dipakai<br />
secara luas.</p>
<p>Padahal, Fibonacci hanya menjadi &#8216;penyambung lidah&#8217; Mohammad bin Musa al-Khawarizmi, filsuf asal Khawarizm, Iran,<br />
yang juga dikenal sebagai ahli matematika, astronomi, dan geografi pada zamannya. Sistem notasi desimal yang<br />
dikembangkannya inilah yang digunakan oleh Fibonacci untuk menyususn karya monumentalnya itu.</p>
<p>Setidaknya ada empat bagian penting dalam buku Liber Abaci. Bagian pertama yakni pengenalan sistem angka Arab.<br />
Bagian kedua menyajikan contoh-contoh bidang perniagaan, seperti pertukaran mata uang serta penghitungan rugi laba.<br />
Bagian ketiga berisi diskusi menyangkut persoalan matematika. Dan bagian terakhir berupa sistem taksiran, baik dari<br />
urutan angka maupun geometri. Tak hanya itu, buku ini juga memasukkan metode geometri Euclidea serta persamaan<br />
linear simultan.</p>
<p>Angka Arab sudah lama dipergunakan sebagai simbolisasi penomoran atau penghitungan. Sistem ini terdiri dari 10<br />
angka dengan bentuk yang berbeda-beda. Angka yang berada di sisi paling kiri punya nilai paling tinggi. Pada<br />
perkembangan selanjutnya, sistem angka Arab ini memakai pula tanda desimal serta tanda pengkalian dua.<br />
Al-Khawarizmi lah salah seorang penggagasnya. Dari waktu ke waktu, variasi juga kian bertambah. Pada bentuk yang<br />
lebih modern, sistem angka Arab dapat merepresentasi setiap angka rasional dengan 13 tanda (10 digit, tanda desimal,<br />
tanda bagi, tanda strip di depan untuk menandakan angka negatif dan sebagainya).</p>
<p>Penting pula dicatat, seperti halnya sistem angka yang lain, angka 1,2 dan 3 ditunjukkan dengan penandaan sederhana. 1<br />
ditandai dengan satu garis, 2 dengan dua garis (sekarang dihubungan dengan diagonal) dan 3 dengan tiga garis<br />
(dihubungkan dengan dua garis vertikal). Setelah ketiganya, maka angka berikut memakai simbol yang lebih kompleks.<br />
Para ahli memperkirakan, hal ini dikarenakan semakin sulit untuk menghitung objek lebih dari tiga.</p>
<p>Secara keseluruhan, sistem angka Arab terbagi atas dua kelompok angka yakni sistem angka Arab Barat (west Arabic<br />
numerals) dan sistem angka Arab Timur (east Arabic numerals). Sistem angka Arab Timur banyak dipergunakan di<br />
wilayah negara Irak &#8212; dalam tabel dicantumkam pada Arabic-Indic. Arab-Indic Timur merupakan variasi lebih lanjut dari<br />
angka Arab Timur. Sementara angka Arab Barat dipakai di Andalusia (Spanyol) dan kawasan Maghribi &#8212; contoh angka<br />
dalam tabel pada bagian Eropa.</p>
<p>Di negara Jepang, angka Arab dan angka Romawi keduanya dipakai pada sistem yang bernama romaji. Jadi, jika nomor<br />
ditulis dalam angka Arab, mereka mengatakan &#8220;ini ditulis dengan romaji&#8221; (tidak sama dengan angka Jepang). Itu<br />
kemudian diterjemahkan sebagai &#8216;karakter Romawi&#8217; sehingga agak membingungkan bagi mereka yang mengenal angka<br />
Romawi.</p>
<p>Sistem angka Arab diakui sebagai salah satu paling berpengaruh pada bidang matematika. Para ahli sejarah sepakat<br />
bahwa angka tersebut berawal dari India. Terlebih setelah orang Arab sendiri menyebut angka yang mereka gunakan<br />
sebagai &#8216;angka India&#8217; atau arqam hindiyyah. Itu kemudian ditransfomasikan di dunia Islam sebelum tersebar melalui Afrika<br />
Utara, Spanyol, dan akhirnya sampai ke Eropa.</p>
<p>Bukti sejarah mengemukakan angka 0 sudah dipergunakan pula di India sejak tahun 400 masehi. Kode angka Aryabhata<br />
telah menerangkan secara lengkap mengenai simbol angka 0. Juga pada masa pemerintahan Bhaskara I (abad 7<br />
masehi) dasar sistem 10 angka sudah dipergunakan secara luas di negara tersebut serta pengenalan konsep angka 0.<br />
Sistem angka tersebut sampai ke Timur Tengah pada tahun 670. Ketika itu para ahli matematika Muslim yang banyak<br />
berkiprah di Irak, semisal al-Khawarizmi, sudah mengenal sistem angka Babilonia yang juga memakai 0 digit, hingga<br />
pengenalan sistem dari India tersebut tidak perlu memakan waktu terlalu lama. Lantas pada abad 10, ilmuwan Arab<br />
meningkatkan sistem angka desimal berikut pecahan, seperti tercatat dalam karya Abu&#8217;l-Hasan al-Uqlidisi tahun 952-953.</p>
<p>( yus/berbagai sumber )</p>
<p>Sumber: Republika Online</p>
<p>http://www.duniaesai.com/sains/sains4.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nizamiyyah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nizamiyyah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nizamiyyah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nizamiyyah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nizamiyyah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nizamiyyah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nizamiyyah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nizamiyyah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nizamiyyah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nizamiyyah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nizamiyyah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nizamiyyah.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nizamiyyah.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nizamiyyah.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nizamiyyah.wordpress.com&amp;blog=6108684&amp;post=57&amp;subd=nizamiyyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nizamiyyah.wordpress.com/2009/01/23/liber-abaci-dan-sistem-angka-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">muzn</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
